Selasa, 25 Agustus 2009

Ratusan Botol Miras Disita dari Toko Kelontong

Standard

Ilustrasi : Antara News

CIREBON, (PRLM).- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon berhasil menyita ratusan botol minuman keras (miras), dari berbagai jenis dan merk dari dua toko kelontong  berinisial"K" dan "K" di kawasan Cangkol Kota Cirebon Senin (24/8) siang sekitar pukul 13.30 WIB.


Kedua toko tersebut diduga merupakan distributor besar sejumlah merk miras untuk wilayah Kota Cirebon dan sekitarnya. Toko kelontong tersebut diduga hanya sebagai kedok dari kegiatan penjualan komiditas sebenarnya.
Operasi sengaja digelar siang hari dengan diawali penyamaran oleh salah seorang petugas satpol PP sebagai pembeli. Begitu mendapat kepastian kedua toko tersebut menyimpan miras dalam jumlah besar, sejumlah petugas Satpol PP yang sudah menunggu sinyal langsung bergerak menggerebek.
Menurut Kepala Satpol PP Dedi Nurayadi, S.T. operasi dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat kalau kedua toko kelontong tersebut juga menjual miras dengan kadar alkohol lebih dari 5%. "Informasi kalau kedua toko menjual miras sebenarnya sudah lama kami peroleh. Namun kami harus memastikan dulu informasi tersebut sekaligus melakukan pengintaian. Karena pada operasi sebelumnya, kami gagal mendapatkan barang bukti dari toko tersebut," jelasnya.
Dikatakan Dedi, operasi penyakit masyarakat (pekat) yang digelar kali ini merupakan yang pertama pada bulan Ramadan. "Kami akan secara rutin melakukan operasi pekat dengan target sasaran bukan hanya miras tetapi juga wanita tuna susila dan lainnya. Apalagi sekarang kan bulan Ramadhan, bulan yang seharusnya menjadi bulan suci dari perbuatan maksiat," paparnya.
Miras sitaan tersebut, selanjutnya bakal menjadi barang bukti hasil operasi Satpol PP. Sebelum bergerak menyita miras, katanya, pihak Satpol PP berkoordinasi dengan pihak kepolisian. "Mungkin karena kesibukan, sampai siang pihak kepolisian belum juga datang, sehingga kami akhirnya bergerak sendiri," katanya didampingi Kasi Pembinaan Ketentraman dan Ketertiban Agus Rahmat.
Sementara terkait dengan penanganan proses hukum terhadap pemilik toko, lanjutnya, akan tetap berkoordinasi dengan Polresta Cirebon. (A-92/A-50)***

Sumber : Pikiran Rakyat 

0 komentar:

Posting Komentar